Ilmu Statistika "PROBABILITAS"
PROBABILITAS
A.
Pengertian
Probabilitas
Pengertian
Probabilitas adalah suatu nilai yang digunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu
kejadian yang acak. Kata probabilitas itu sendiri sering disebut dengan peluang
atau kemungkinan. Probabilitas secara umum merupakan peluang bahwa sesuatu akan
terjadi.
Konsep probabilitas memiliki peranan yang penting dalam
kehidupan sehari-hari, mulai dari bidang ilmiah, bidang pemerintahan, bidang
usaha atau industri, sampai pada masalah-masalah kecil seperti masuk kantor
atau tidak karena awan tebal yang kemungkinan akan hujan deras dan banjir.
Dalam mempelajari probabilitas, ada tiga kata kunci yang harus diketahui
yaitu eksperimen, hasil (outcome) dan kejadian atau peristiwa (even).
Sebagai contoh, sebuah eksperiman dilakukan dengan menanyakan kepada 100 orang
pembaca, apakah mereka akan mengambil mata kuliah statistik atau kalkulus. Dari
eksperimen ini akan terdapat beberapa kemungkinan hasil. Contohnya kemungkinan
hasil pertama ialah sebanyak 58 orang akan mengambil mata kuliah apapun.
Kemungkinan hasil lain adalah bahwa 75 orang mengambil mata kuliah kalkulus dan
sisanya mengambil mata kuliah statistik. Contoh lain dari eksperimen adalah
pelemparan sebuah dadu. Hasil (outcome) dari pelemparan sebuah dadu
tersebut kemungkian akan keluar biji satu atau biji dua atau biji tiga dan
seterusnya. Kumpulan dari beberapa hasil tersebut dikenal sebagai kejadian (even).
Probabilitas biasanya dinyatakan
dengan bilangan desimal (seperti 0,50, 0,20 atau 0,89) atau bilangan pecahan
seperti 5/100, 20/100, 75/100. Nilai dari probabilitas berkisar antara 0 sampai
dengan 1. Jika semakin dekat nilai probabilitas ke nilai 0, maka semakin kecil
juga kemungkinan suatu kejadian akan terjadi. Jika semakin dekat nilai
probabilitas ke nilai 1, maka semakin besar peluang suatu kejadian akan
terjadi.
B.
Konsep Dasar Teori Probabilitas
Pada kondisi
tertentu kejadian stokastik merupakan hal-hal yang mungkin terjadi atau mungkin
juga tidak terjadi. Probabilitas digunakan untuk mengukur kemungkinan
terjadinya kejadian stokastik tersebut dimana probabilitas memiliki nilai
antara 0 dan 1. Nilai 1 menunjukkan suatu kejadian yang pasti terjadi dan 0
menunjukkan kejadian yang mustahil terjadi.
C. Manfaat Probabilitas
Mempelajari
probabilitas sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang tepat, karena
kehidupan didunia tidak ada kepastian, sehingga diperlukan untuk mengetahui
berapa besar probabilitas suatu peristiwa akan terjadi. Contoh :
·
Pembelian
harga saham berdasarkan analisis harga saham.
·
Peluang
produk yang dihasilkan perusahaan (sukses atau tidak )
Kita lihat pada percobaan statistik
pada pelemparan sebuah uang logam, kita tidak tahu dengan pasti hasilnya,
apakah yang akan muncul sisi muka atau sisi belakang dari uang logam tersebut.
Meskipun kejadian tersebut tidak
pasti, tetapi kita bisa melihat fakta-fakta yang ada untuk menuju derajat
kepastian atau derajat keyakinan bahwa sesuatu akan terjadi. Derajat/tingkat
kepastian atau keyakinan dari munculnya hasil percobaan statistic disebut
probabilitas atau peluang. Suatu probabilitas dilambangkan dengan P.
Probabilitas biasanya dinyatakan
dengan bilangan desimal (seperti 0,50 ; 0,25 atau 0,70) atau bilangan pecahan
(seperti
).
Nilai dari probabilitas berkisar
antara 0 dan 1. Semakin dekat nilai probabilitas ke nilai 0, semakin kecil
kemungkinan suatu kejadian akan terjadi. Sebaliknya semakin dekat nilai
probabilitas ke nilai 1 semakin besar peluang suatu kejadian akan terjadi.
Dalam
Probabilitas ada 3 hal yang penting yaitu :
1. Percobaan (experiment),
Percobaan
adalah aktivitas atau proses yang menghasilkan suatu peristiwa tanpa
memperlihatkan peristiwa mana yang terjadi. Misalnya: kegiatan melempar uang,
akan menghasilkan peristiwa muncul gambar atau angka.
2. Hasil (out come). Hasil adalah suatu
hasil dari suatu percobaan. Dalam hasil ini akan dicatat atau dalam artian
seluruh peristiwa yang akan terjadi dalam sebuah percobaan, misal dalam
kegiatan melempar uang muncul gambar atau angka.
3. Peristiwa (event).Peristiwa adalah
hasil yang terjadi dari suatu kejadia.
D. Pendekatan
Konsep-konsep probabilitas tidak
hanya penting oleh karena terapan-teranpannya yang langsung pada
masalah-masalah bisnis akan tetapi juga karena probabilitas adalah dasar dari
sampel-sampel dan inferences tentang populasi yang dapat dibuat dari suatu
sampel.
1.
Pendekatan Perhitungan Probabilitas
Ada 3 (tiga) pendekatan konsep untuk
mendefinisikan probabilitas dan menentukan nilai-nilai probabilitas, yaitu :
a.
Pendekatan Klasik
Pendekatan klasik didasarkan pada
banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada suatu kejadian. “Jika
ada a banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi pada kejadian A, dan b banyaknya
kemungkinan tidak terjadi pada kejadian A, serta masing-masing kejadian
mempunyai kesempatan yang sama dan saling asing”. Probabilitas bahwa akan
terjadi A adalah P(A) = a / (a+b).
b.
Pendekatan Frekuensi
Relatif
Nilai probabilitas ditentukan atas
dasar proporsi dari kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu observasi atau
percobaan. Tidak ada asumsi awal tentang kesamaan kesempatan, karena penentuan
nilai-nilai probabilitas didasarkan pada hasil obserbasi dan pengumpulan data.
Misalkan berdasarkan pengalaman pengambilan data sebanyak N terdapat a kejadian
yagng bersifat A. Dengan demikian probabilitas akan terjadi A untuk data adalah
P(A) = A /N.
c.
Pendekatan Subyektif
Pendekatan subyektip dalam penentuan
nilaiprobabilitas adalah tepat atau cocok apabila hanya ada satu kemungkinan
kejadian terjadi dalam satu kejadian. Dengan pendekatan ini, nilai probabilitas
dari suatu kejadian ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan yang bersifat
individual dengan berlandaskan pada semua petunjuk yang dimilikinya.
E. Hukum Probabilitas
1. Hukum
Pertambahan
Terdapat 2
kondisi yang harus diperhatikan yaitu:
a.
Mutually Exclusive (saling
meniadakan)
Rumus: P (A
U B) = P (A atau B)= P (A) + P (B)
Contoh: Probabilitas untuk keluar mata 2 atau mata 5 pada pelemparan satu kali sebuah dadu adalah : P(2 U 5) = P (2) + P (5) = 1/6 + 1/6 = 2/6
Contoh: Probabilitas untuk keluar mata 2 atau mata 5 pada pelemparan satu kali sebuah dadu adalah : P(2 U 5) = P (2) + P (5) = 1/6 + 1/6 = 2/6
b.
Non Mutually Exclusive
(dapat terjadi bersama)
Peristiwa
Non Mutually Exclusive (Joint) Ø dua peristiwa atau lebih dapat terjadi
bersamasama (tetapi tidak selalu bersama)
Contoh: penarikan kartu as dan berlian: P (A U B) =P(A) + P (B) – P(A ∩B)
Contoh: penarikan kartu as dan berlian: P (A U B) =P(A) + P (B) – P(A ∩B)
2.
Hukum Perkalian
Terdapat dua kondisi yang harus
diperhatikan apakah kedua peristiwa tersebut saling bebas atau bersyarat.
a.
Peristiwa Bebas (Hk
Perkalian)
Apakah kejadian atau ketidakjadian
suatu peristiwa tidak mempengaruhi peristiwa lain.
Contoh: Sebuah coin dilambungkan 2 kali maka peluang keluarnya H pada lemparan pertama dan pada lemparan kedua saling bebas. P(A ∩B) = P (A dan B) = P(A) x P(B)
Contoh: Sebuah coin dilambungkan 2 kali maka peluang keluarnya H pada lemparan pertama dan pada lemparan kedua saling bebas. P(A ∩B) = P (A dan B) = P(A) x P(B)
Contoh soal
1: Sebuah dadu
dilambungkan dua kali, peluang keluarnya mata 5 untuk kedua kalinya adalah:
P (5 ∩ 5) = 1/6 x 1/6 = 1/36
Contoh soal
2: Sebuah dadu
dan koin dilambungkan bersama-sama, peluang keluarnya hasil lambungan berupa
sisi H pada koin dan sisi 3 pada dadu adalah: P (H) = ½, P (3) =
1/ P (H ∩ 3) = ½ x 1/6 = 1/12
b. Peristiwa
tidak bebas (Hk. Perkalian)
Peristiwa
tidak bebas > peristiwa bersyarat (Conditional Probability).
Dua peristiwa dikatakan bersyarat
apabila kejadian atau ketidakjadian suatu peristiwa akan berpengaruh terhadap
peristiwa lainnya.
Contoh: Dua buah kartu ditarik dari set kartu bridge dan tarikan kedua tanpa memasukkan kembali kartu pertama, maka probabilitas kartu kedua sudah tergantung pada kartu pertama yang ditarik.
Contoh: Dua buah kartu ditarik dari set kartu bridge dan tarikan kedua tanpa memasukkan kembali kartu pertama, maka probabilitas kartu kedua sudah tergantung pada kartu pertama yang ditarik.
Simbol untuk peristiwa bersyarat
adalah P (B│A) -> probabilitas B pada kondisi AP(A ∩B) = P (A) x P (B│A)
Contoh soal: Dua kartu ditarik dari satu
set kartu bridge, peluang untuk yang tertarik keduanya kartu as adalah sebagai
berikut: Peluang as I adalah 4/52 -> P (as I) = 4/52
Peluang as II dengan syarat as I
sudah tertarik adalah 3/51
P (as II │as I) = 3/51
P (as I ∩ as II) = P (as I) x P (as
II│ as I)
= 4/52 x 3/51 = 12/2652 =1/221
F.
Beberapa
Aturan Dasar Probabilitas
Aturan Penjumlahan
:
Untuk menerapkan aturan penjumlahan
ini, harus dilihat jenis kejadiannya apakah bersifat saling meniadakan atau
tidak saling meniadakan.
1.
Kejadian Saling
Meniadakan :
Dua
peristiwa atau lebih disebut saling meniadakan jika kedua atau lebih peristiwa
itu tidak dapat terjadi pada saat yang bersamaan. Jika peristiwa A dan B saling
meniadakan, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A atau B) = P(A) + P(B) atauP(A È B) = P(A) +
P(B)
Contoh :
Sebuah dadu dilemparkan ke atas, peritiwanya adalah A
= peristiwa mata dadu 4 muncul. B = peristiwa mata dadu lebih kecil dari 3
muncul.
Tentukan probabilitas dari kejadian berikut !
Mata dadu 4 atau lebih kecil dari 3 muncul!
Penyelesaian :
P(A) = 1/6
P(B) = 2/6
P(A atau B) = P(A) + P(B)
= 1/6 + 2/6
= 0,5
2.
Kejadian Tidak Saling Meniadakan :
Dua
peristiwa atau lebih disebut peristiwa tidak saling meniadakan apabila kedua peristiwa atau lebih tersebut dapat
terjadi pada saat yang bersamaan. Jika dua peristiwa A dan B tidak saling
meniadakan, probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah:
P(A atau B) = P(A) + P(B) – P(A dan B)
P(A È B) = P(A) + P(B) – P(A Ç B)
Jika 3 peristiwa A, B, dan C tidak saling meniadakan,
probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah:
P(A È B È C) = P(A) +
P(B) + P(C) – P(A Ç B) – P(A Ç C) – P(B Ç C) + P(A Ç B Ç C)
Contoh :
Dua buah dadu dilemparkan bersamaan, apabila :
A = peristiwa mata (4, 4) muncul.
B = peristiwa mata lebih kecil dari (3, 3) muncul.
Tentukan probabilitas P(A atau B) !
Penyelesaian :
P(A) = 1/36
P(B) = 14/36
P(A Ç B) = 0
P(A atau B) = P(A) + P(B) – P(A Ç B)
= 1/36 + 14/36 – 0
= 0,42
Aturan Perkalian :
Dalam konsep
probabilitas, aturan perkalian diterapkan secara berbeda menurut jenis
kejadiannya. Ada dua jenis kejadian dalam hal ini, yaitu kejadian tak bebas dan
kejadian bebas.
1. Kejadian Tak
Bebas
Dua
peristiwa atau lebih disebut kejadian tidak bebas apabila peristiwa yang satu
dipengaruhi atau tergantung pada peritiwa
lainnya. Probabilitas peristiwa tidak saling bebas dapat pula dibedakan
atas tiga macam, yaitu yaitu probabilitas bersyarat, gabungan, dan marjinal.
a. Probabilitas
Bersyarat
Probabilitas
bersyarat peristiwa tidak saling bebas adalah probabilitas terjadinya suatu
peristiwa dengan syarat peristiwa lain harus terjadi dan peristiwa-peristiwa
tersebut saling mempengaruhi. Jika peristiwa B bersyarat terhadap A,
probabilitas terjadinya periwtiwa tersebut adalah P(B/A) dibaca probabilitas
terjadinya B dengan syarat peristiwa A terjadi.
Contoh :
Sebuah kotak berisikan 11 bola dengan rincian :
5
buah bola putih bertanda +
1
buah bola putih bertanda –
3 buah bola kuning bertanda +
2
buah bola kuning bertanda –
Seseorang mengambil sebuah bola kuning dari kotak
Berapa probabilitas bola itu bertanda +?
Penyelesaian :
Misalkan : A = bola kuning
B+ = bola bertanda positif
B- = bola bertanda
negatif.
P(A) = 5/11
P(B+
Ç A) = 3/11
b. Probabilitas
Gabungan
Probabilitas
gabungan peritiwa tidak saling bebas adalah probabilitas terjadinya dua atau
lebih peristiwa secara berurutan (bersamaan) dan peristiwa-peristiwa itu saling
mempengaruhi.
Jika dua peristiwa A dan B gubungan, probabilitas
terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A dan B) = P(A Ç B) = P(A) x
P(B/A)
Jika tiga buah peristiwa A, B, dan C gabungan,
probabilitas terjadinya peristiwa tersebut adalah
P(A Ç B Ç C) = P(A) x
P(B/A) x P(C/A Ç B)
Contoh :
Dari satu set kartu bridge berturut-turut diambil
kartu itu sebanyak 2 kali secara acak. Hitunglah probabilitasnya kartu king (A)
pada pengambilan pertama dan as(B) pada pengambilan kedua, jika kartu pada
pengambilan pertama tidak dikembalikan !
Penyelesaian :
(A) =
pengambilan pertama keluar kartu king.
P(A) = 4/52
(B/A) = pengambilan kedua keluar kartu as
P(B/A) = 4/51
P(A Ç B) = P(A) x P(B/A)
= 4/52 x 4/51
= 0,006
c.
Probabilitas Marjinal
Probabilitas
marjinal peristiwa tidak saling bebas adalah probabilitas terjadinya suatu
peristiwa yang tidak memiliki hubungan dengan terjadinya peristiwa lain dan
peristiwa tersebut saling mempengaruhi. Jika dua peristiwa A adalah marjinal,
probabilitas terjadinya peristiwa A tersebut adalah
P(A) = SP(B Ç A)
= SP(Ai)
x P(B/Ai), i = 1, 2, 3, …..
Contoh :
Sebuah kotak berisikan 11 bola dengan rincian :
5 buah bola
putih bertanda +
1 buah bola putih bertanda –
3 buah bola kuning bertanda +
2 buah bola kuning bertanda –
Tentukan probabilitas memperoleh sebuah bola putih !
Penyelesaiana :
Misalkan : A = bola putih
B+ = bola bertanda
positif
B- = bola bertanda
negatif
P(B+
Ç A) = 5/11
P(B-
Ç A) = 1/11
P(A) = P(B+
Ç A) + P(B- Ç A)
= 5/11 + 1/11
= 6/11
2. Kejadian
Bebas
Dua kejadian
atau lebih dikatakan merupakan kejadian bebas apabila terjadinya kejadian
tersebut tidak saling mempengaruhi. Dua kejadian A dan B dikatakan bebas, kalau
kejadian A tidak mempengaruhi B atau sebaliknya. Jika A dan B merupakan
kejadian bebas, maka P(A/B) = P(A) dan P(B/A) = P(B)
P(A Ç B) = P(A) P(B) = P(B) P(A)
Contoh :
Satu
mata uang logam Rp. 50 dilemparkan ke atas sebanyak dua kali. Jika A1
adalah lemparan pertama yang mendapat gambar burung(B), dan A2
adalah lemparan kedua yang mendapatkan gambar burung(B), berapakah P(A1
Ç A2)!
Penyelesaian :
Karena pada pelemparan pertama hasilnya tidak
mempengaruhi pelemparan kedua dan P(A1) = P(B) = 0,5 dan P(A2)
= P(B) = 0,5, maka P(A1 Ç A2)
= P(A1) P(A2) = P(B) P(B) = 0,5 x 0,5 = 0,25.
Rumus
Bayes :
Jika dalam suatu ruang sampel (S) terdapat beberapa
peristiwa saling lepas, yaitu A1, A2, A3, ….,
An yang memiliki probabilitas tidak sama dengan nol dan bila ada
peritiwa lain (misalkan X) yang mungkin dapat terjadi pada peristiwa-peristiwa
A1, A2, A3, …., An maka
probabilitas terjadinya peristiwa-peristiwa A1, A2,
A3, …., An dengan
diketahui peristiwa X tersebut adalah
Contoh :
Tiga kotak masing-masing memiliki dua laci. Didalam
laci-laci tersebut terdapat sebuah bola. Didalam kotak I terdapat bola emas,
dalam kotak II terdapat bola perak, dan dalam kotak III terdapat bola emas dan
perak. Jika diambil sebuah kotak dan isinya bola emas, berapa probabilitas
bahwa laci lain berisi bola perak?
Penyelesaian :
Misalkan : A1 peristiwa terambil kotak I
A2 peristiwa terambil kotak II
A3 peristiwa terambil kotak III
X peristiwa laci yang dibuka
berisi bola emas
Kotak yang memenuhi pertanyaan adalah kotak III (P(A3/X)).
P(A1) = 1/3 P(X/A1) = 1
P(A2) = 1/3 P(X/A2) = 0
P(A3) = 1/3 P(X/A3) = ½
G.
Permutasi
Dan Kombinasi
Pembicaraan
mengenai permutasi dan kombinasi selalu berkaitan dengan prinsip dasar
membilang dan faktorial.
1.
Prinsip Dasar Membilang
Jika
kejadian pertama dapat terjadi dalam n1 cara, kejadian kedua dalam n2
cara, demikian seterusnnya, sampai kejadian k dalam nk cara, maka
keseluruhan kejadian dapat terjadi dalam :
n1 x n2 x …x nk cara
Contoh :
Seorang
pengusaha ingin bepergian dari Jakarta ke Ujungpandang melalui Surabaya. Jika
Jakarta – Surabaya dapat dilalui dengan tiga cara dan Surabaya – Ujungpandang
dapat dilalui dengan dua cara, ada berapa cara pengusaha tersebut dapat tiba di
Ujungpandang melalui Surabaya?
Penyelesaian
:
misalkan :
dari Jakarta ke Surabaya (n1) = 3 cara.
Dari Surabaya ke Ujungpandang
(n2) = 2 cara.
Cara
pengusaha tersebut dapat tiba di Ujungpandang melalui Surabaya adalah : n1
x n2 = 3 x 2 = 6 cara.
2. Faktorial
Faktorial
adalah perkalian semua bilangan bulat positif (bilangan asli) terurut mulai
dari bilangan 1 sampai dengan bilangan bersangkutan atau sebaliknya.
Faktorial dilambangkan: “!”.
Jika : n = 1,2, …., maka :
n! =
n(n – 1)(n – 2) ….x 2 x 1
=
n(n –1)!
Contoh :
Tentukan nilai factorial dari bilangan berikut
a. 5!
b. 3! X 2!
c. 6!/4!
Penyelesaian :
a. 5! = 5 x 4 x 3
x 2 x 1 = 120
b. 3! X 2! = 3 x 2 x 1 x
2 x 1 = 12
3. Permutasi
a.
Pengertian Permutasi
Permutasi
adalah suatu penyusunan atau pengaturan beberapa objek ke dalam suatu urutan
tertentu.
Contoh :
Ada 3 objek, yaitu ABC. Pengaturan objek-objek
tersebut ialah ABC, ACB, BCA, BAC, CAB, CBA yang disebut permutasi. Jadi,
permutasi 3 objek menghasilkan enam pengaturan dengan cara yang berbeda.
b.
Rumus-rumus Permutasi :
Permutasi dari
m objek seluruhnya tanpa pengembalian :
mPm = m!
Contoh :
Pada suatu tempat terdapat 4 buku matematika yang
berbeda. Buku itu akan disusun pada sebuah rak buku. Berapa cara susunan yang
mungkin dari buku-buku matematika dapat disusun.
Penyelesaian :
Buku-buku matematika dapat disusun dalam :
4P4 = 4! = 4 x 3 x 2 x 1 = 24 cara.
4. Kombinasi
a.
Pengertian Kombinasi
Kombinasi adalah suatu penyusunan beberapa objek tanpa
memperhatikan urutan objek tersebut.
Contoh :
Ada 4 objek, yaitu : A, B, C, D. Kombinasi 3 dari
objek itu adalah ABC, ABD, ACD, BCD. Setiap kelompok hanya dibedakan
berdasarkan objek yang diikutsertakan, bukan urutannya. Oleh karena itu :
ABC = ACB = BAC = BCA = CAB = CBA
ABD = ADB = BAD = BDA = DAB = DBA
ACD = CAD = ADC = CDA = DAC = DCA
BCD = BDC = CBD = CDB = DBC = DCB
Contoh :
Dari 5 pemain bulu tangkis, yaitu A, B, C, D, dan E
hendak dipilih dua orang untuk pemain ganda. Berapa banyak pemain ganda yang
mungkin terbentuk?
Penyelesaian :
M = 5 dan x = 2
5!
5C2 =
---------------- = 10
(5 – 2)! . 2!
H.
Contoh Soal Masalah Probabilitas
dalam Kehidupan Sehari-Hari Beserta Penyelesaiannya
1. Seorang Direktur Bank mengatakan
bahwa dari 100 nasabahnya terdapat 25 orang yang tidak puas dengan pelayanan
banknya. Pada suatu ketika bertemu dengan salah seorang nasabah. Dan berapa
probabilitas bahwa nasabah berikut tidak puas?
Penyelesaian:
Diketahui
: n = 100
x
= 25
Jika
A adalah nasabah yang tidak puas, maka:
P(A)0
= 25/100 = 0,25 atau 25%
Jadiprobabilitas
bahwa kita bertemu dengan nasabah memiliki tingkat ketidak puasan sebesar 25%
2. Ani
mempunyai 5 baju atasan, 4 celana dan 6 jilbab. Berapa banyak Ani dapat
menggunakan setiap harinya dengan style yang berbeda-beda?
Penyelesaian:
Combinasi
= 5x4x6 = 120
Jadi ada
120 style yang berbeda dan dapat digunakan setiap harinya.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar